2 52'12.06"N - 100 33'30.19"E  
Riau Province - INDONESIA    

 

   

TNI Jamin Pulau Jemur Tak Disentuh Malaysia


   News date : 02.Sep.2009 view : 233525.           Bookmark and Share


Sumber : Suara Media .com


Jakarta (SuaraMedia News) - Hubungan Indonesia dengan negeri jiran, Malaysia terus dirundung masalah. Problematika terbaru, Pulau Jemur di Riau diklaim sebagai destinasi wisata di Malaysia, tepatnya tujuan wisata di Negeri Selangor.

Menanggapi klaim tersebut, Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso menegaskan Pulau Jemur adalah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Karena di situ ada pos Angkatan Laut, letaknya di antara Pulau Berhala dan Pulau Mahdi," kata Panglima usai meletakkan batu pertama Rusunawa anggota TNI di Jatimakmur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu 2 September 2009.

Dijelaskan Djoko Santoso, posisi Pulau Jemur sebenarnya tidak terluar, karena berada di antara kedua pulau tersebut. "Itu [Pulau Jemur] sudah milik NKRI, tidak usah takut," tambah dia.

Tidak khawatir Pulau Jemur melayang seperti Pulau Sipadan dan Ligitan? "Itu bukan masalah TNI, kalau tentara mendarat disitu kemudian tidak bisa mempertahankan, itu baru masalah TNI," kata Panglima.

"Itu masalah diplomasi Departemen Luar Negeri," tambah dia.

Klaim bahwa Pulau Jemur merupakan destinasi wisata Malaysia dimuat dalam beberapa laman pariwisata, seperti Travel Journal dan laman Osvaja.net.

Pulau Jemur adalah pulau milik Indonesia yang terletak di Selat Malaka, dekat dengan perbatasan Malaysia. Pulau ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Letaknya sekitar 72,4 km dari Bagan Siapi-api dan 64,3 km dari Pelabuhan Klang di Malaysia.

Pulau Jemur adalah satu di antara sembilan pulau lain yang ada di Gugusan Pulau Arwah. Pulau lainnya diantaranya, Tokong Emas, Tokong Simbang, dan Labuhan Bilik.

Pulau Jemur memiliki pemandangan laut yang cantik yang kaya dengan berbagai ragam ikan, satwa laut, dan terumbu karang, Darang yang cocok untuk kegiatan memancing dan menyelam. Di pulau tersebut juga terdapat penyu hijau.

Selain punya potensi wisata, pulau tersebut juga punya latar belakang sejarah. Selama Perang Dunia II, Jepang membangun pertahanan di pulau tersebut.

Sementara itu, Puluhan budayawan dan seniman yang tergabung dalam Mufakat Kebudayaan menyatakan keprihatinan yang dalam terhadap hubungan Indonesia dan Malaysia karena perebutan kebudayaan.

Keprihatinan tersebut tertuang dalam Maklumat Agustus 2009 dan diserahkan pada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. "Hubungan kebudayaan itu harus dilandasi rasa hormat dan saling menghargai karya budaya pihak lain," kata Budayawan Radhar Panca Dahana.

Sebuah kebudayaan yang dimanfaatkan pihak lain merupakan sebuah kebohongan, tindakan tidak etis, dan tidak beradab. "Apalagi untuk kepentingan ekonomis, ideologis tanpa mengindahkan adab dan kesantunan budaya yang sudah dipelihara bersama masyarakat di kepulauan ini," tambahnya.

Diklaimnya sejumlah kebudayaan milik Indonesia oleh Malaysia menunjukkan bahwa pemerintah sebagai penyelenggara negara tidak mampu bahkan tidak mau menyelenggarakan tugas historis dan konstitusionalnya di bidang kebudayaan. "Kami menuntut dengan tegas kepada pemerintah, untuk sekarang dan masa depan untuk menempatkan kebudayaan dalam kebijakan dan program yang strategis mereka," paparnya.

Kebudayaan, lanjut Radhar, harus diurus oleh figur atau pihak yang tidak terkooptasi oleh kepentingan ideologis, politis, atau bisnis, bahkan oleh kepentingan kelompok penggiat kebudayaan tertentu. "Kebudayaan mestinya diurus oleh profesional, bukan pihak yang dipilih berdasarkan pertimbangan atau jual beli politik belaka," tandasnya.(vvn/okz)


 05.Sep.2009   comment by : A'am   

Hidup TNI! Jaga NKRI!


Halaman : total 1 hal.